Berita Terbaru
Live
wb_sunny

Breaking News

Gas Bersubsidi di Bogor Menghilang

Gas Bersubsidi di Bogor Menghilang

Ilutrasi Masyarakat Antrian Untuk Mendapatkan Gas Subsidi 3kg (Dok) 
Bogor I lingkarkonsumen.com - Sudah sepekan warga Bogor dibuat resah dengan kelangkaan gas elpiji tiga kilogram (kg). Kelangkaan gas bersubsidi itu memicu harga satuan gas di tingkat eceran melambung hingga mencapai Rp 24.000 atau naik dari harga normal Rp 21.000 per tabung.

Salah satu ibu rumah tangga Milka Kartika (29), warga Kebon Kalapa, Bogor Tengah, Kota Bogor mengeluh sulitnya mendapatkan gas bersubsidi. Ia mengatakan, sudah sepekan ini dirinya harus mencari jauh dari rumah.

“Sudah carinya jauh, harganya juga naik jadi Rp 24.000 dari biasanya Rp 20.000 sampai 21.000 satu tabung. Pengeluaran kan jadi double tambah ongkos,” keluhnya, Selasa (5/12).

Hal serupa juga dirasakan pengelola kantin sekolah Dina (33) di SD Kebon Kopi, Kota Bogor. Wanita yang berjualan makanan saji tersebut kesal dengan langkanya gas tiga kilogram. Di sisi lain, Dina pun tidak mungkin menaikkan harga gorengan yang dia jual karena sebagian besar pembeli merupakan anak-anak.

“Kalo sudah begini saya banyak nombokin. Untung enggak seberapa, malah pengeluaran lebih banyak,” ujarnya.

Agus Triyatna (33), salah satu pengecer gas menambahkan. Saat ini memang gas ukuran tiga kilogram atau gas melon tidak sampai di pengecer. Gas melon baru bisa dibeli di tingkat agen.

“Gas sampainya cuma di tingkat agen. Di warung/pengecer sudah enggak kebagian. Informasi dari agen katanya keterlambatan pengiriman,” katanya.

Dalam satu bulan, kata Agus, warungnya dapat menjual sekitar 25 tabung gas ukuran tiga kilogram. Namun sudah sepekan ini dirinya belum berani mengambil ke agen karena harga di agen sudah di atas Rp 20.000 per tabung.

By : Victor





Sumber : Suara Pembaruan

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.