BPM Kalbar Siapkan Aksi 1.000 Massa Protes Pemadaman Bergilir PLN
Pontianak I lingkarkonsumen.com – Barisan Pemuda Melayu (BPM) Provinsi Kalimantan Barat berencana menggelar aksi unjuk rasa yang melibatkan sekitar 1.000 peserta sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.Ketua BPM Kalimantan Barat, Gusti Eddy, mengatakan aksi akan berlangsung selama dua hari mulai Rabu (8/7) pukul 13.00 WIB. Massa akan berkumpul di Masjid Raya Mujahidin sebelum bergerak menuju Kantor PLN UID Kalimantan Barat di Jalan Adi Sucipto Km 7,3, Kabupaten Kubu Raya, Kantor PLN UP2B di Jalan Karya Baru, serta Kantor PLN UP2D di Jalan Ismail Marzuki, Pontianak Selatan.
Menurut Eddy, aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan, di antaranya penghentian pemadaman listrik bergilir yang dinilai telah mengganggu aktivitas masyarakat dan melemahkan roda perekonomian, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, BPM mendesak pemerintah pusat mengevaluasi kinerja pimpinan PLN Kalimantan Barat serta meminta aparat penegak hukum bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) mengusut penyebab terjadinya pemadaman listrik.
Eddy menambahkan, sekitar 1.000 peserta diperkirakan mengikuti aksi dengan menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk menjaga ketertiban agar demonstrasi berlangsung aman dan kondusif.
Sebelumnya, PT PLN (Persero) menjelaskan bahwa penurunan kemampuan pasok listrik di Sistem Kelistrikan Kalimantan Barat disebabkan gangguan teknis berupa kebocoran boiler pada salah satu unit Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas besar.
Manager Komunikasi PLN UID Kalimantan Barat, Mukhlis Zarkasih, mengatakan kondisi tersebut mengharuskan PLN melakukan pengaturan operasi sistem melalui pembatasan aliran listrik secara terukur di sejumlah wilayah guna menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas.
Ia menegaskan gangguan tersebut tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun pasokan batu bara yang saat ini dalam kondisi aman. PLN, kata dia, terus mengoptimalkan pembangkit yang tersedia serta menambah pasokan dari mitra kerja untuk meminimalkan dampak kepada pelanggan.
Mukhlis menyebut proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu minggu. PLN juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan berkomitmen memberikan informasi perkembangan penanganan secara berkala melalui kanal komunikasi resminya. (Yusuf)
Sumber: BPM
