BERSAMA BRIDGESTONE, RW 025 HARAPAN JAYA SELENGGARAKAN PELATIHAN DAMKAR KEPADA WARGANYA
![]() |
TERIMA PIAGAM. Ketua RW 025 Harapan Jaya, Bambang Imam Santoso, menerima Piagam Penghargaan dari Chief Industrial Relations PT Bridgestone Tire Indonesia – Bekasi Plant, Andri Kurniawan, usai Pelatihan Pemadaman Kebakaran di RT 003 RW 025 Harapan Jaya, Jum’at, 25 September 2026.
Kota Bekasi | lingkarkonsumen.com – Musim kemarau makin panjang. Risiko kebakaran pun meningkat. Terutama di kampung yang padat rumah penduduk, seperti di wilayah Rukun Warga (RW) 025 Kelurahan Harapan Jaya. ”Risiko bencana yang demikian ini harus dapat kita kendalikan,” kata Ketua RW 025 Harapan Jaya, Bambang Imam Santoso.
Dalam sambutannya pada Pelatihan Pemadaman Kebakaran (Damkar), Jum’at (25/9), Pak BIS – begitu sapaan akrab Bambang Imam Santoso juga berharap musibah rumah terbakar, seperti yang dialami di RT 002 pada dua bulan yang lalu, tidak terjadi lagi.
“Setelah kita ikut Pelatihan Damkar yang didukung oleh PT Bridgestone Tire Indonesia Bekasi Plant ini, insya Allah, kita bakal mampu memadamkan kebakaran secara cepat,” ujar Pak BIS.
Disebutkan bahwa maksud Pelatihan Damkar itu serupa dengan maksud dilaksanakannya Pelatihan Pengolahan Sampah dengan Komposter pada Sabtu dua pekan silam.
Intinya, menurut Pak BIS, dua pelatihan tersebut adalah guna menguatkan warga, parakader dan lembaga-lembaga kemasyarakatan RW 025 Harapan Jaya dalam menyongsong tahap-tahap pencanangan, penilaian, pengesahan sampai dengan penetapan klasifikasi lingkungan RW sebagai peserta Program Kampung Iklim (ProKlim).
Diakuinya bahwa sampai saat ini penetapan RW 025 menjadi peserta ProKlim Tingkat Pratama belum disahkan. Akan tetapi sah-sah sajalah jika dalam setahun terakhir pihaknya bersikeras berjuang mewujudkan keinginan, serta berpikir jauh ke *ketahanan iklim tingkat tapak menuju RW 025 Kampung Iklim Lestari,* ,” ujar Pak BIS, disambut tawa dan tepuk tangan hadirin, lalu terdengar teriakan “Jaya RW Dua Lima. Jaya RW Dua Lima. Semangat. Semangat. Gas Pol Pak BIS.”
Selang beberapa detik kemudian, dia ungkapkan, normatifnya untuk menuju RW 025 berpredikat Kampung Iklim Lestari perlu menapaki jenjang Kampung Iklim Pratama, Kampung Iklim Madya, Kampung Iklim Utama, barulah mencapai Kampung Iklim Lestari.
Kenaikan jenjang atau klasifikasi tersebut amat tergantung progresivitas capaian pemenuhan syarat-syaratnya. Disinilah perlu diketahui bahwa sampai pada saat ini masih banyak yang beranggapan ProKlim itu cuma tanam pohon dan bank sampah; Sehingga, Pelatihan Damkar belum mereka pandang penting.
Padahal Pelatihan Damkar, menurut Pak BIS, itu termasuk komponen utama ProKlim karena ada hubungannya dengan gerakan ADAPTASI dalam Pengendalian Bencana Iklim.Diuraikannya, dalam ProKlim terdapat 2 (dua) pilar aktivitas. Pilar pertama: Mitigasi, yaitu kegiatan berkarakter menyerang penyebab dan fokusnya menanggulangi atau mengatasi sumber masalah. Pilar kedua: Adaptasi, yakni kegiatan berkarakter membangun kemampuan menyesuaikan diri dan fokusnya mencegah datang masalah dan dampaknya.
“Maka, khusus Pelatihan Damkar, itu termasuk kegiatan Adaptasi. Utamanya terkait poin tentang Pengendalian Kekeringan, Banjir dan Kebakaran," tandas sang Ketua RW 025 Harapan Jaya tersebut.
Oleh karena itu, melalui sambutannya. Pak BIS menyampaikan terima kasih kepada PT Bridgestone Tire Indonesia - Bekasi Plant yang telah memfasilitasi properti dan narasumber untuk Pelatihan Damkar bagi warganya.
Sedangkan Andri Kurniawan, Chief Industrial Relation PT Bridgestone Tire Indonesia Bekasi Plant, menyatakan pihak perusahaan ban tempatnya bekerja dalam mendukung Pelatihan Damkar, tidak dirancang dalam kaitan penyuksesan ProKlim.
“Dukungan kami itu sesungguhnya sudah menjadi program rutin tahunan, terutama pada tiap September,” tandas Andri.
Begini riwayatnya. Pada 8 September 2003, ungkap Andri, terjadi kebakaran besar pabrik ban Bridgestone di Tochigi Plant, Kuroiso, Jepang. Pabrik itu ludes dilalap si jago merah. Sejak itu Bridgestone global mengetatkan standar keamanan dalam sistem pencegahan kebakaran di semua pabriknya, termasuk yang ada di Indonesia.
Dari pengalaman positifnya itu kemudian sebagian-sebagian sistem tersebut ditularkan atau diajarkan secara terprogram kepada warga masyarakat. “Nah, saat ini sasarannya adalah warga masyarakat RW 025 Harapan Jaya,” ujar Andri.
Sedangkan Instruktur Pelatihan Damkar dari Bridgestone, Wahyudin, sebelum menyajikan materi pelatihan dilanjutkan simulasi unjuk trampil pemadaman kebakaran, dia menanamkan terlebih dahulu tentang pengertian kebakaran yang sebenarnya.
Dipaparkan kebakaran itu adalah suatu peristiwa kobaran api yang tak terkendali. Api yang terkendali itu sebuah energi yang besar manfaatnya. Akan tetapi jika api tak terkendali maka jadilah petaka.
Supaya petaka tak terjadi gegara api, tentu, kobaran api harus dikendalikan.”Inilah yang disebut pemadaman kebakaran,” kata Wahyudin.Kuncinya dalam memadamkan kebakaran, menurut Wahyudin, dikenal dengan sebutan “Segitiga Api” atau “Fire Triangle”, yaitu: bahan bakar (fuel), oksigen (O2), dan sumber panas (Heat). Kalau satu saja dari tiga faktor tersebut tidak ada, niscaya kebakaran tak terjadi. Itu sebabnya ada rumus Bahan + Udara + Panas = Api.
Setelah mengutarakan kunci pemadaman kebakaran itu lalu bersama timnya, Wahyudin mendemonstrasikan kepiawaian memadamkan kobaran api, baik dengan menggunakan kain basah maupun menggunakan APAR kelas A (sasaran benda padat), B (sasaran cairan), dan C (sasaran instalasi listrik bertegangan).
Rupanya, peserta pelatihan dari kaum perempuan alias emak-emak justru lebih banyak berminat praktik memadamkan kobaran api. “Nyali ibu-ibu gede juga ya,” komentar Arnes Subarnesa, stafnya Andri dibenarkan oleh Aramia, Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia (STIAMI).
Kolaborasi Pelatihan Damkar yang diinisiasi pihak STIAMI itu ujungnya diakhiri dengan tukar menukar piagam penghargaan dan penyerahan cinderamata berupa 2 unit APAR dari Bridgestone kepada RT 003 dan RW 025 Harapan selaku pihak tempatan penyelenggaraan pelatihan tersebut.
Sebelumnya Susilo, mantan Ketua RT 006 yang deras disebut-sebut sebagai kandidat Ketua Pokja ProKlim RW 025 Harapan Jaya menyebutkan Pelatihan Damkar itu bertajuk: "Peningkatan Kapasitas Masyarakat RW 025 dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Kebakaran sebagai Adaptasi terhadap Dampak Perubahan Iklim dan Peningkatan Suhu Ekstrem di Lingkungan Perkotaan Padat Penduduk".
“Pelatihan ini merupakan wujud kolaborasi pentahelix dalam mendukung apa yang diistilahkan sebagai SDGs 11, yaitu Kota Berkelanjutan dan SDGs 13, yakni Penanganan Iklim,” ujar Susilo.
SDGs itu singkatan dari Sustainable Development Goals (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan - TPB). Ini merupakan norma pembangunan yang telah disepakati oleh 193 negara, termasuk Indonesia.
Makna lainnya bahwa Pelatihan Damkar yang berlangsung di RW 025 Harapan Jaya itu jelas termasuk gerakan nyata oleh segenap masyarakatnya dalam turut serta membuat kota dan permukiman menjadi inklusif, aman, tangguh dan berkelanjutan.
“Membangun sistem kesiapsiagaan mengendalikan bencana berbasis masyarakat, itu sungguh sangat penting, dan merupakan kekuatan paling inti guna menghadapi perubahan iklim dan segenap dampaknya,” tandas Susilo. (sba)

.png)
