Ad 728x90

Breaking News

Dua Wartawan Disiksa Oknum Pejabat Karawang, Telah dilaporan ke Polres

Karawang l lingkarkonsumen.com - Telah terjadi penganiayaan kepada dua orang wartawan media online asal Karawang, Jawa Barat diduga kuat pelaku penganiayaan adalah  oknum pejabat Pemkab Karawang beserta rekan-rekannya, kejadian tersebut telah dilaporkan kepada kantor Polres Karawang.


Sebagaimana tertuang dalam Surat Laporan Polisi Nomor: SLTTP/1749/lX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT, Tanggal 20 September 2022.


Telah melaporkan tentang peristiwa Pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 351, pada Minggu tanggal 18 September 2022 sakira jam 001 Wib di Kantor PSSI Karawang, Kompleks Stadion Singaperbangsa KARAWANG WETAN, KARAWANG TIMUR pelopor atas nama GUSTI SEVTA GUMILAR dan tertapor atas nama Dalam Lidik, Sesuai dengan Laporan Polisi Nomor: SLTTP/8/1749/lX/2022/SPKT.RESKRIM/POLRES KARAWANG/POLDA JAWA BARAT, tanggal 20 September 2022. Dengan karugian 0


Korban penganiayaan adalah Gusti Sevta Gumilar dan Zaenal Mustofa diduga kuat dilakukan oleh 

oknum pejabat eselon ll pada lingkungan Pemkab Karawang beserta rekan-rekannya.


Gusti Sevta Gumilar atau lebih dikenal dengan panggilan Junot menuturkan, bahwa sekira pukul 00.00 WIB, Minggu 18 September 2022, selepas launching tim Persika 1951 dirinya dibawa masuk kedalam ruangan bekas kantor PSSI Karawang di Stadion Singaperbangsa.


"Saya dibawa ke ruangan yang dulu bekas kantor PSSI Karawang, di Stadion Singaperbangsa, ruangan ditutup dan tidak boleh ada yang masuk selain orang-orang dia. Untuk komunikasi terbatas bahkan sampai sekarang gak tau dimana karena Hp saya diambil," terang Junot seusai membuat laporan polisi di Mapolres Karawang, Senin 19 September 2022 malam.


Lanjut Junot, saat di ruangan tersebut ia ditanya mengenai keberadaan sahabat nya Zaenal Mustofa. 

"Saya diberi waktu satu jam untuk bisa membawa Zaenal Mustofa," ucapnya.


Sekira pukul 01.00 WIB Zaenal memberi tahu keberadaannya dengan share lokasi. Kemudian ia dibawa dengan menggunakan mobil ke rumah Zaenal. Setibanya di rumah Zaenal dijemput paksa, bahkan tanpa menggunakan baju hanya menggunakan celana pendek, Zaenal langsung dimasukkan kedalam mobil. 


"Saya mendapatkan pukulan dari kalangan suporter, ajudan pejabat berinisial R dan dari oknum pejabat A," sebutnya. 


"Oknum pejabat berinisial A, notor (memaksa minum, red) saya dengan minuman keras. Dia juga melakukan pemukulan dan penyikutan di kepala. Kemaluan saya juga ditendang oknum ajudan," imbuhnya.


Sementara itu, Junot memperkirakan ada sebanyak 4 atau 5 orang yang melakukan penganiayaan terhadapnya.


Masih menurut Junot, penganiayaan diterimanya dari malam hari sampai pagi. Dirinya tidak sadarkan diri sekira pukul 05.00 dan baru sadarkan diri pukul 11.00 WIB  


"Saya bisa pulang karena dijemput oleh saudara saya. Saya diamankan dan tidak diizinkan pulang dulu," tandasnya.




By : Djunaedy

Tidak ada komentar