Ad 728x90

Breaking News

"20 Mei Hari Metrologi Dunia" UPTD Metrologi Legal Karawang


Setiap tanggal 20 Mei dunia memperingati Hari Metrologi Dunia (World Metrology Day) Metrologi secara ringkas merupakan aktivitas ukur mengukur baik teori maupun praktis. 

Guna menghindari hambatan kesulitan standardisasi sistem pengukuran bagi masyarakat internasional maka didirikan BIPM (Bureau Internationale des Poids et Mesures) yang berkedudukan di Paris melalui perjanjian diplomatik yang dikenal dengan Convention du Metre (Konvensi Meter) pada 20 Mei 1875. 

Untuk memperingati penandatanganan konvensi tersebut, tanggal 20 Mei kemudian dinyatakan sebagai Hari Metrologi Dunia.


Jaman Mesir kuno, 3000 tahun sebelum Masehi, Raja Firaun yang berkuasa mendeklarasikan: Barang siapa lalai atau lupa mengalibrasi standar satuan panjang setiap bulan purnama diancam dengan hukuman mati.

Itulah resiko yang dihadapi oleh arsitek resmi kerajaan yang bertanggung jawab atas pembangunan kuil-kuil dan piramid-piramid. 


Satuan panjang yang disebut cubit yang pertama dinyatakan sebagai panjang lengan Firaun, dari siku hingga ke ujung jari tengah yang diluruskan, ditambah lebar tangannya. 


Hasil pengukuran asli direkam dengan cara ditatah pada granit hitam. Standar ukuran ini kemudian diperbanyak menggunakan granit atau kayu dan dibagi-bagikan kepada pekerja, dan para arsitek yang bertanggung jawab untuk memeliharanya. 


Ini salah satu contoh pengukuran presisi yang terekam dalam sejarah, dan memberikan indikasi bahwa umat manusia sejak dahulu kala sudah menyadari pentingnya pengukuran. Sejarah pengukuran yang sedikit lebih mutakhir adalah pencanangan Sistem Metrik di Paris tahun 1799, dengan ditetapkannya dua buah benda standar terbuat dari platinum: satu mewakili meter, dan satu lagi mewakili kilogram, sebagai nenek moyang Sistem Internasional Satuan yang kita kenal sekarang disingkat SI.


Memang, dalam melakukan pengukuran akan membutuhkan biaya yang cukup besar, akan tetapi bagi mereka yang sudah mengerti manfaatnya dirasakan jauh lebih besar. Tanpa kita sadari bahwa metrologi telah menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari yang sangat alamiah dan vital. 


Komoditas seperti sembako atau bahan bangunan diperjualbelikan berdasarkan berat atau ukuran. Di rumah, air ledeng, listrik, gas dan pulsa telepon harus diukur, dan semua hal ini mempengaruhi kehidupan pribadi kita. 


Kadar zat aktif dalam obat-obatan, pengukuran sampel darah, dan keefektifan laser yang digunakan untuk pembedahan harus diukur dengan teliti agar kesehatan dan keselamatan pasien terjamin. 


Hampir segala sesuatu, kita nyatakan dalam ukuran: suhu udara, tinggi badan, nilai kalori makanan, berat paket kiriman, tekanan udara ban kendaraan, jarak tempuh, waktu tunggu dan seterusnya. Nyaris tidak mungkin dalam kehidupan ini kita bicara tanpa menggunakan kata-kata yang berkaitan dengan timbangan dan ukuran.


Dunia perdagangan, aktivitas ekonomi dan berbagai macam peraturan banyak bergantung pada hasil timbangan dan ukuran. 


Seorang pilot pesawat terbang harus mengamati dengan cermat ketinggian pesawat, arah, penggunaan bahan bakar dan kecepatan.


Pengawas obat-obatan dan makanan mengukur kandungan bakteri dan zat beracun. 


Perusahaan membeli bahan baku berdasarkan timbangan dan ukuran kemudian menyatakan produknya dalam satuan yang serupa. Umumnya setiap proses dipantau berdasarkan pengukuran, dan setiap penyimpangan akan ketahuan dari hasil pengukuran tersebut. 


Pengukuran sistematis dengan tingkat ketidakpastian yang terukur merupakan landasan pengendalian mutu di Industri. Pada industri modern biaya untuk melakukan pengukuran memakan porsi antara 10-15 persen dari ongkos produksi.


Dunia ilmu pengetahuan sangat bergantung pada pengukuran. Para geolog mengukur kekuatan gelombang kejut ketika terjadi gempa bumi. Para astronom dengan seksama mengukur cahaya lemah yang dipancarkan sebuah bintang untuk mengetahui umurnya. 


Para fisikawan yang mempelajari partikel elementer harus melakukan pengukuran waktu dalam orde seperjuta sekon untuk memastikan adanya partikel yang amat sangat kecil.


Ketersediaan alat ukur dan kemampuan menggunakannya sangatlah esensial bagi para ilmuwan untuk merekam hasil penelitian mereka secara obyektif. 


Dengan demikian, ilmu pengukuran atau metrologi bisa jadi merupakan ilmu yang tertua di dunia, dan pengetahuan tentang penggunaannya adalah syarat mutlak dalam segala profesi yang berbasis ilmu pengetahuan.


Mungkin hanya segelintir orang saja yang memahami ilmu metrologi secara mendalam, padahal banyak orang menggunakan metrologi yang mungkin merasa sudah cukup dengan memahami istilah-istilah seperti meter, kilogram, watt, liter, detik, celsius dan lain sebagainya. 


Agar metrologi bermanfaat dalam menghubungkan segala kegiatan umat manusia di seantero dunia untuk berbagai profesi maka diperlukan suatu mekanisme pengukuran yang menjamin kebenaran hasil pengukuran. Kepercayaan pada kebenaran pengukuran


semakin meningkat sejalan dengan meningkatnya jaringan kerjasama, adanya satuan ukuran yang dipakai bersama dan juga prosedur pengukuran yang dipakai secara umum, serta pengakuan, akreditasi dan uji banding atas standar satuan ukuran dan laboratorium-laboratorium di berbagai negara. 


Sejarah manusia selama ribuan tahun menguatkan keyakinan bahwa banyak hal akan menjadi mudah jika semua orang bekerjasama dalam bidang metrologi.


Bagaimanakah caranya menjamin kebenaran pengukuran dari suatu alat ukur Kalibrasi atau tera merupakan mekanisme guna menjamin bahwa suatu alat ukur memiliki ketelitian dan kebenaran hasil pengukuran yang tidak diragukan. 


Proses kalibrasi atau tera adalah menentukan nilai-nilai yang berkaitan dengan kinerja suatu alat ukur. Hal ini dicapai dengan membandingkan langsung hasil ukur suatu alat ukur dengan hasil ukur suatu standar ukur. Keluaran dari kalibrasi adalah sertifikat kalibrasi. 


Selain sertifikat, biasanya juga ada label atau stiker yang disematkan pada alat ukur yang sudah dikalibrasi. 

Alasan yang sangat mendasar bahwa sebuah alat ukur perlu dikalibrasi: 

1) memastikan bahwa penunjukkan alat tersebut sesuai dengan hasil pengukuran lain, 2) menentukan akurasi penunjukkan alat, dan 3) mengetahui keadaan alat, yaitu bahwa alat tersebut dapat dipercayai.


Metrologi mencakup tiga hal utama: i) penetapan definisi satuan-satuan ukuran yang diterima secara internasional, misalnya meter; ii) pewujudan satuan-satuan ukuran berdasarkan metode-metode ilmiah, seperti misalnya pewujudan nilai meter dengan menggunakan sinar laser; iii) penetapan rantai ketertelusuran dengan menentukan dan merekam nilai dan akurasi suatu pengukuran dan menyebarluaskan pengetahuan itu, misalnya hubungan (perbandingan) antara nilai ukur sebuah mikrometer ulir di bengkel dengan standar panjang di suatu laboratorium standar panjang.


Metrologi dikelompokan dalam tiga kategori utama dengan tingkat kerumitan dan akurasi yang berbeda-beda: 

1) Metrologi Ilmiah (Scientific metrology): berhubungan dengan pengaturan dan pengembangan standar-standar pengukuran pemeliharaannya. 

2) Metrologi Industri (Industrial metrology): bertujuan untuk memastikan bahwa sistem pengukuran dan alat-alat ukur di industri berfungsi dengan akurasi yang memadai, baik dalam proses persiapan, produksi dan pengujiannya. 

3) Metrologi Legal (Legal metrology): berkaitan dengan pengukuran yang berdampak pada transaksi ekonomi, kesehatan, dan keselamatan.


Metrologi juga merupakan bagian penting dalam penelitian ilmiah, dan sebaliknya penelitian ilmiah menjadi basis pengembangan metrologi itu sendiri.


Metrologi berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan secara umum. Karena itu, agar metrologi dapat selalu mendukung industri dan kegiatan penelitian, ilmu metrologi itu sendiri harus terus-menerus dikembangkan untuk mengimbangi perkembangan teknologi yang digunakan di industri. 


Demikian juga pengembangan metrologi legal harus terus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang juga berkembang.




Sumber : LIPI

[HUSEIN A. AKIL]

Tidak ada komentar