Ad 728x90

Breaking News

Lukman N Iraz: Pemerintah Harus Tegas Menyikapi Perusahaan Mencemari Citarum

Karawang l lingkarkonsumen.com-Beberapa hari ini banyak dibicarakan masyarakat mengenai air sungai Citarum berwarna hitam pekat dan menimbulkan aroma bau yang menyengat hidung, sudah seperti comberan raksasa yang mengelilingi kota Karawang dan sekitarnya.

Menyikapi hitamnya air Citarum ketua DPD KNPI Kabupaten Karawang, Lukman N Iraz sangat menyangkan kejadian tersebut, menurutnya pemerintah harus tegas terhadap perusahaan yang diduga nakal membuang limbah cair ke Citarum tanpa melalui proses terlebih dahulu.

Lukman berkeyakinan bahwa hitamnya air Citarum dan banyak ikan mati disebabkan oleh buangan limbah cair dari industri.
“kami minta pada pemerintah dan Satgas Citarum harum segera menindak perusahaan yang sudah melanggar,” ujarnya, Rabu [12/8/2020] pada lingkarkonsumen.com

Dikatakannya, kita pemuda dan masyarakat pesisir sungai citarum mendukung dan siap bersama satgas citarum untuk menindak perusahaan nakal. Beliu dan rekan-rekan pemuda yang tergabung dalam wadah KNPI Karawang bertekad terus mengawal hingga tuntas.
"Kami akan terus berjuang, sampai tuntas bahkan sampai ke proses penindakan hukum, sesuai dengan sanksi yang telah diatur dalam undang-undang lingkungan hidup," keluhnya.

Diperoleh informasi dari kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pemkab Karawang, Wawan Setiawan bahwa daya dukung sungai Citarum sudah melampaui batas. 

Menurut Wawan Setiawan, daya dukung sungai itu terjadi lantaran kualitas air melampaui baku mutu. Dimana salah satu dari penyebabnya adalah debit air sungai sedikit serta terjadinya endapan akibat proses biologi selama bertahun-tahun. 
"menyebabkan kekurangan jumlah  oksigen dalam air, berdampak matinya ikan," 

Panjang sungai Citarum yang melintasi Karawang sepanjang 121 km, ada 86 perusahaan dari hasil Instalasi Pengolahan Air Limbah [IPAL] dibuang ke aliran sungai Citarum.

Perusahan tersebut adalah pabrik tekstil, kertas, dan makanan. "Secara teori paling banyak penghasil limbah cair dari Ipal pabrik kertas, kemudian tekstil," kata Wawan.

Menurut Wawan, hitamnya air Citarum dan bau yang menyengat bukan dikarenakan oleh perusahaan yang membuang limbah tanpa diproses melalui IPAL.

Melainkan dampak dari endapan lumpur yang pekat yang ada dalam dasar sungai, ditambah dengan adanya pekerjaan pengerukan di bawah Bendungan Walahar. 

Hasil pengambilan sempel air di tujuh titik yang berada di Anggadita, Pidodeli, Unsika, Jembatan Alun-alun, Jembatan Telukjambe Timur, dan Purwadana kondisi air masih dibawah ambang batas baku mutu seperti BOD, COD, dan PH air dalam kondisi normal, ujar Wawan.

By : Juned 

Tidak ada komentar