Ad 728x90

Breaking News

Terkait Dana Desa Kinerja Kades Cadas Kertajaya Disorot Warga

Karawang | lingkarkonsumen.com - Kinerja Kepala desa Cadas Kertajaya, Kecamatan Telagasari, Kabupaten Karawang, Dede Sanusi kini menjadi bahan pembicaraan hangat di tengah masyarakat.
Pasalnya.   Dede Sanusi hingga tutup tahun 2017 dia duga belum belum dapat menuntaskan sejumlah pelaksanaan  kegiatan  pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari dana desa (DD) tahap I.

Tak hanya itu, kepala desa Cadas Kertajaya disinyalir juga  hingga kini belum merealisasikan program pembangunan dana desa tahap II, seperti pembanguan dibidang kesehatan berupa pembangunan Polindes, Pembangunan gedung PAUD, merealisasikan anggaran tata kelola pemerintahan desa,  merealisasikan anggaran badan usaha milik desa (Bumdes),  sebesar Rp.122 juta, dan anggaran DBH tahap kedua (luncuran) Tahun 2017.  

Menurut keterangan Ketua Bumdes Cadas Kertajaya, Yayan Sofyan, pembangunan infrastruktur yang dibaiaya dari dana desa (DD) Tahap I, Kepala desa baru merealisasikan pembungan turap yang terletak di RT. 01/03 dengan anggaran sebesar Rp.80 juta. Sayangnya, kata dia pembangunan turap tersebut sampai sekarang belum rampung,” Selain pengerjaan pembangunan turap, masih ada tiga titik pekerjaan infrastruktur yang belum selesai dikerjakan,”ungkap Yayan Sofyan kepada lingkarkonsumen.com di kediamannya, Kamis, (4/1).

Selain itu, menurut Yayan Sofyan, Kepala desa Cadas Kertajaya juga belum merealisasikan  anggaran  untuk bidang ekonomi yang di kelola melalui badan usaha milik (Bumdes) sebesar Rp.122 juta.  Kabarnya, lanjut dia, kepala desa  akan merealisasikan anggaran bumdes sebelum tanggal 31 Desember 2017. Namun, anehnya realisasi anggaran Bumdes sampai awal tahun baru realisasinya  tak kunjung cair.

“ Padahal kami sudah mengajukan kepada kepala desa secara tertulis dan resmi agar anggaran Bumdes di cairkan, tapi kenyataannya anggaran Bumdes sampai batas yang dijanjikan tak ada realisasinya.” Ujar Yayan Sofyan yang didampingi Sekretaris Bumdes Cadas Kertajaya, Dedi Permana.

Lebih lanjut Yayan mengungkapkan, pihaknya mengaku sudah melaksanakan berbagai rangkaian kegiatan latihan dan bimbingan tehnik soal pengelolaan Bumdes. Rencananya, anggaran Bumdes akan ia gunakan sebagai modal usaha Bumdes dengan membuka air minum mineral dengan merk bumdes,” Bagaimana kami bisa mengembangkan usaha Bumdes, kalau anggaran Bumdes sebesar 122 juta rupiah oleh kades belum direalisasikan. Cape-cape kami ikut bimtek dan pelatihan dan menyusun program kerja kalau hasilnya tidak jelas,”tukasnya dengan nada sewot.

Dia menambahkan, jika kepala desa tidak ada maksud baik dan terbuka terkait pengelolaan anggaran dana desa,   maka Forum Masyarakat Desa Kertajaya akan mendatangi kantor desa dan akan mempertanyakannya,” Forum akan mempertanyakan kepada Kades terkait anggaran dana desa tahap pertama yang belum rampung dilaksanakan. Serta meminta kepala desa terbuka dan transfaran soal anggaran dana desa,”tegas Yayan Sofyan.

Sebelumnya, Kepala desa Cadas Kerta Jaya saat ditemui lingkarkonsumen usai minggon desa mengatakan, belum direalisasikannya anggaran bumdes dari dana desa karena ia mengaku harus bersikap hati-hati. Sesuai kesepakatan bersama, menurut Dede Sanusi, anggaran bumdes sebesar Rp120 jutaan akan di realisasikan sebelum tanggal 31 Desember 2017,” Kami tidak menahan anggaran alokasi bumdes, tetapi kami harus bersikap hati-hati merealisasikannya. Dan alokasi anggaran   bumdes akan kami realisasikan ke bumdes sebelum tanggal 31 Desember. Jadi masih ada waktu sebelum tutup tahun,”kata Dede Sanusi saat itu di ruang kerjanya, Rabu, (20/12)

By : Endang Syarifudin