Ad 728x90

Breaking News

Prediksi PT. KAI Penumpang KA Capai 427 Juta di tahun 2018

Jakarta l lingkarkonsumen.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memprediksi jumlah penumpang kereta api (KA) mencapai 427 juta penumpang pada 2018. Angka tersebut tumbuh sekitar 10% dibandingkan realisasi volume penumpang KA pada 2017 sebanyak 389 juta pelanggan.

Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro mengungkapkan, catatan 389 juta penumpang pada tahun lalu melampaui target perusahaan yang sebanyak 373 juta orang. Jika dibandingkan realisasi pada 2016, jumlah penumpang tahun 2017 tercatat tumbuh 11%. Angka tersebut termasuk jumlah penumpang KA jarak jauh, jarak dekat/menengah, dan penumpang kereta rel listrik (KRL) komuter.

"Angkutan penumpang KA secara menyeluruh pada 2017 dibandingkan tahun 2016 naik mencapai 11%. Pada 2016, jumlahnya 352 juta sedangkan tahun 2017 mencapai 389 juta penumpang," jelas Edi di Jakarta, Selasa (9/1).

Menurut dia, lonjakan volume penumpang pada 2017 salah satunya dikarenakan penambahan jumlah perjalanan KA jarak jauh, seperti KA Argo Parahyangan yang melayani relasi Jakarta-Bandung pergi pulang (PP).

"Ada penambahan perjalanan seperti Argo Parahyangan yang sebelumnya reguler sebanyak delapan trip, lalu ditambah 12 trip, kemudian jadi 14 trip. Jadi, ada jalur-jalur tertentu penumpang membludak, mereka menghendaki naik KA sehingga jumlahnya meningkat tajam," imbuh Edi.

Selain itu, pada masa angkutan Natal dan Tahun Baru 2018, KAI mengangkut 4,85 juta penumpang KA. Jumlah ini, lanjut Edi, meningkat 5% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, pelaksana tugas Direktur Komersial PT KAI Bambang Eko Martono juga mengungkapkan, pihaknya optimistis pertumbuhan penumpang KA pada 2018 bisa mencapai 10% dibandingkan realisasi tahun lalu. Menurut dia, hal tersebut didukung oleh semakin optimalnya tingkat keterisian frekuensi tambahan maupun layanan relasi baru yang telah dilakukan pada periode akhir 2017.

"Pada September 2017, kami sudah menambah KA premium Argo Parahyangan sebanyak empat KA. Itu bertambah. Kemudian, KA Wijaya Kusuma kan kami launching September 2017," jelas Bambang.

Pada sektor KA barang, Bambang menuturkan, pihaknya membidik target angkutan sebanyak 50 juta ton pada 2018. Jumlah tersebut naik sekitar 38% dibandingkan realisasi angkutan barang pada tahun lalu sebanyak 36 juta ton.

Sedangkan, Edi Sukmoro menuturkan, pencapaian angkutan barang pada tahun lalu tumbuh sekitar 13% ketimbang realisasi pada 2016 yang berjumlah 32 juta ton.

"Angkutan barang tahun lalu naik 13% dari 2016. Pada 2016, jumlahnya 32 juta ton dan pada 2017 menjadi 36 juta ton. Tetapi memang pencapaian 2017 masih di bawah target sekitar 91% saja dari target sebanyak 39,9 juta ton," ungkap dia.

Edi menambahkan, kinerja KAI sepanjang 2017 meningkat baik dari sisi keuangan maupun operasi. Dia menuturkan, laba bersih perusahaan pada tahun lalu tumbuh lebih dari 20% ketimbang realisasi pada 2016. Akan tetapi, Edi masih enggan menyebut rinci nilai pendapatan maupun laba bersih KAI pada tahun lalu.

Untuk diketahui, PT KAI membukukan pendapatan senilai Rp 14,5 triliun dengan laba sebesar Rp 1,01 triliun pada 2016. Adapun, BUMN tersebut sempat membidik raihan pendapatan sepanjang 2017 yang mencapai Rp 19,5 triliun.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Muhammad Nurul Fadhilla memprediksi KRL komuter pada tahun ini mencapai 320 juta penumpang. Sedangkan, realisasi penumpang KRL pada 1 Januari hingga 31 Desember 2017 tercatat sebanyak 315 juta orang.

Menurut dia, realisasi penumpang tahun lalu melebihi perkiraan perusahaan yang hanya 292 juta penumpang. Pertumbuhan volume ini didorong penambahan lintas pelayanan yang dioperasikan KCI pada 2017, di antaranya lintas pelayanan hingga Stasiun Rangkasbitung dan lintas pelayanan Stasiun Bekasi Timur hingga Stasiun Cikarang.

By : Juned







Sumber : Investor Daily