Ad 728x90

Breaking News

Obyek Wisata Sejarah Tanpa Penunjuk Arah

Ketua Yayasan Rawagede, Sukarman. HD mengenakan batik warna hijau saat menerima kunjungan Menlu Pemerintah Kerajaan Belanda, Bert Koenders  di Monumen Perjuangan Rawagede, dua tahun silam (Foto Dok/Dangs)
Karawang l lingkarkonsumen.com -  Monumen  Perjuangan Rawagede yang terletak di Desa Balongsari, Kecamatan Rawamerta Karawang,  saban hari Minggu atau hari-hari libur nasional monumen tersebut kerap di kunjungi oleh para wisatawan yang datang dari pelbagai daerah di Indonesia.
Maklum, gaung Monumen Perjuangan Rawagede tak hanya terkenal di dalam negeri saja, melainkan monument tragedi pembantaian terhadap warga sipil yang dilakukan oleh militer Belanda yang terjadi pada 9 Desember 1947 tahun silam juga ini dikenal di manca Negara., 

Sayangnya, Pemkab Karawang dipandang masih kurang peduli soal keberadaan obyek wisata sejarah seperti Monumen Perjuangan Rawagede.  Pasalnya, di sepanjang jalan raya menuju arah lokasi monument, tak Nampak satupun rambu-rambu  sebagai  penunjuk arah menuju lokasi. Berbeda dengan dengan obyek wisata  lain yang ada di Karawang. Rambu-rambu petunjuk arah di jalan raya menuju lokasi wisata sangat jelas terpampang sehingga memudahkan wisatawan.

Dengan tidak terpasangnya, rambu-rambu penunjuk arah ke kawasan obyek wisata sejarah tersebut, sudah barang tentu hal itu dapat membingungkan para wisatawan yang hendak berkunjung. Bahkan tak sedikit wisatawan tersesat di jalan saat mereka hendak menuju lokasi  monument sejarah karena tidak tahu arah.
Ketua Yayasan Rawagede, Sukarman. HD pihaknya selaku pengelola Monumen Perjuangan Rawagede, pihaknya membenarkan jika rambu-rambu sebagai penunjuk arah di sejumlah jalan raya menuju lokasi monument tidak terpampang,” Wajar saja jika banyak pengunjung kesulitan menuju lokasi monumen, dan diantara pengunjung juga banyak yang tersesat karena saking bingugnya. Karena, ya, memang penunjuk arahnya tidak ada,”Kata Sukarman. HD kepada lingkarkonsumen.com di Komplek Monumen Perjuangan Rawagede, Ahad, (8/1).

Menurut Sukarman, padahal pengunjung obyek wisata sejarah  yang pernah berkunjung ke Monumen Perjuangan Rawagede ini, mereka bukan hanya berasal dari Kabupaten Karawang dan Propinsi Jawa Barat. Melainkan,  lanjut dia, mereka juga ada yang berasal  dari Propinsi Banten, Kalimantan, Sulawesi, bahkan pengunjung sampai ada yang datang dari luar negeri,”. Ini membuktikan, Monumen Perjuangan Rawagede bukan hanya di kenal di Karawang saja. Jangan sampai ada pengunjung yang tersasar ke lokasi monument, Kami berharap agar Pemkab Karawang melalui Dishub memasang rambu-rambu sebagai penunjuk arah menuju lokasi monumen sejarah,”Ujarnya menandaskan.
By : Endang Syarifudin